Sabtu, 01 Januari 2011

ADIKKU

Tanganmu yang mungil
Membuatku teringat akan kasih bunda
Wajahmu yang elok
Membuatku teringat akan petuah yanda
Namun mengapa dengan perubahanmu aku benci
Aku memang benci sama kamu
Dulu kutimang kau dengan penuh kasih sayang
Ku berharap kecil dan dewasamu bisa tahu perasaanku
Kau tidak separah ini
Egois, melawan akan petuahku
Siapa yang tidak jengkel
Bagiku mungkin itu terlalu kecil bagimu untuk mengartiku
Tapi... ya sudahlah

Belahan Hati

Saat dunia merintih
Engkau memanggilku
Saat dunia sunyi
Engkau menyeruku
Tak kudengar suaramu

Tetesan air mataku mengalir
Saat engkau meninggalkanku
Tak kusangka engkau merintih
Dengan nada nada cinta
Nada merdu, menyejukkan kalbu

Ku ingin kau tahu
Hatiku hanya untukmu
Namun engkau telah pergi ke belahan dunia sana
Dan mungkinkah cinta antara kita bersemi
Kini tersisa rintihan rindu
Bayanganmu di kalbuku
Membawaku untuk melihatmu
Menyapamu
Keujung harapan jagat raya
Karena kaulah belahan hatiku
Penawar rindu
Bahkan penyejuk kalbuku

Kuingin Bicara Tuhan

Bila engkau sayang padaku
Kuingin seperti binatang jalang yang tertombak
Walau noda noda hitam ini belum hilang
Kuberharap…

Tuhan….
Engkau meleburkannya
Menjadikanku yang terbaik di sisimu

Tuhan…
Apakah engkau menerimanya
Ataukah engkau membencinya
Maafkan daku ini yang selalu berlumur dosa
Maafkan juga jika ku bersalah untuk menuliskannya
Ku harap semoga engkau menerimanya

Sepucuk surat untuk Malaikatku

Malaikat….
Tahukah siapa diriku
Apa maksud duniaku
Apa maksud bendungan air mataku
Aku mohon…
Sampaikan pertanyaan ku pada Tuhanku

Malaikat pemurah sapa dan senyum
Mungkin ini takdirku
Di dunia ini hidupku hanya sebuah permainan
Mengapa aku selalu terjebak dalam penderitaan, ketersiksaan, dan kesepian
Hingga akhir ini celaan tak reda redanya menghilang
Sakit jika ku rasakan
Tapi… bagiku itu tabungan
Tabungan untuk matiku

Cinta Bak Duri

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku juga terlalu egois untuk meninggalkanmu
mungkin aku tak sengaja juga menyakiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi untukmu
sekarang tak mungkin bagiku untuk memberimu kesempatan karena bagiku itu salah
bahkan menyentuh bayangmu aku tak ingin
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
Entah kenapa,cintamu hanya membuat sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku
biarkan cinta ini menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tahu mencintaimu itu tak pasti
bagai duri yang menyanyat hati
biarlah berlalu ku tak ingin mengungkit lagi……….

CINTA BASI

memang cinta itu indah kawan….
Tapi jangan lupa. Cinta itu tak harus memilki. Kita harus hati hati. Kata kata ini bukan berita basi. Dan takkan pernah basi.
meski manusianya sudah basi bahkan lebih basi dari nasi yang basi.

Ingatlah bagaimana saat kau diduakan???? Sakit pastinya
Terus saat kau mencintai dia tiba tiba di putusin sakit pastinya…. Ya kan????????
Tapi kalian kadang pacaran tak tahu aturan!!!! Apalagi yang beragama islam. Gara gara pacaran jadi hamil. Uppss… pelecehan itu dengan agama.
Kalian tahu sendirikan???? Pacaran yang benar tuh bagaimana!!!apalagi yang seperti kita yang masih ABG atau ranum ranumnya bunga mekar . Pacaran saja dah berani senggol senggolan . Padahalkan belum muhrim. Dan saranku hati hati kawan karena tak selamanya indah tapi juga bisa basi!!!!!!!!!!!!!!!!!

Jerit Pohon yang Tak Berdosa

Pohonmu ranum
Namun daunmu kering berguguran, rantingmu kurus
Padahal…
kau tumbuh di atas tanah subur
penuh pupuk, air pun juga tak kurang
Engkau pohon-pohon muda
cintamu mulia
mengubah kepengapan masa
menghalau pencemaran udara
pemersatuan korupsi,kolusi juga Nepotisme
dan kebobrokan mental
akan tetapi, sungguh malang
akar-akarmu terhimpit batu-batu sombong
batu-batu angkuh yang mengandalkan kekuasaan
Engkau kering
mati
dan tumbang
lalu membusuk
Membusuk pun kau tidak akan jadi pupuk
engkau malah jadi sampah
yang tercampakkan
terbuang
sia-sia